Peta Jalan Pendidikan Islam dan Desain Masa Depan Peradaban
Fi fita
Bandar Lampung
Pendidikan Islam berperan menjembatani rasionalitas dan spiritualitas agar kemajuan ilmu tetap berpihak pada kemanusiaan.
Kedua, PTKIN sebagai Penjaga Etika Teknologi di Era Digital.
Perkembangan kecerdasan buatan, manipulasi data, dan algoritma digital telah mengubah cara manusia berpikir dan mengambil keputusan.
Teknologi kini bukan sekadar alat, tetapi kekuatan yang membentuk struktur sosial dan politik.
Dalam situasi ini, persoalan etika menjadi semakin mendesak. PTKIN memiliki posisi strategis sebagai pusat etika teknologi karena memiliki basis nilai, tradisi keilmuan, dan fondasi teologis. Melalui kajian etika Islam, filsafat, dan ilmu sosial, PTKIN dapat menghadirkan perspektif moral agar teknologi tidak berjalan tanpa kendali.
Perannya bukan hanya mengikuti inovasi, tetapi mengarahkan agar perkembangan teknologi tetap menghormati martabat manusia.
Ketiga, Dari STREAM ke STREAMS. Pengembangan konsep STREAM menjadi STREAMS menegaskan perlunya pendekatan pendidikan yang utuh dan seimbang.
Penambahan unsur Sport menekankan bahwa manusia bukan hanya makhluk berpikir, tetapi juga makhluk jasmani, emosional, dan sosial.
Pendidikan yang terlalu kognitif berisiko melahirkan generasi cerdas tetapi rapuh secara mental dan sosial.
Integrasi Science, Technology, Religion, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sport mencerminkan pandangan holistik tentang manusia.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
