Pencegahan Banjir Bandar Lampung Adalah Tanggung Jawab Bersama
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Kota Bandar Lampung merupakan kawasan yang berkembang dengan pesat dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir, hal ini dapat terlihat dari jumlah penduduk di Tahun 2014 sebesar 960.695 jiwa dan berkembang menjadi 1.214.330 jiwa pada Tahun 2024 (Data BPS Kota Bandar Lampung), mengalami peningkatan sebesar 26.40%.
Hal ini tentu saja menimbulkan persoalan baru terkait dengan pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal, yang semakin lama harga lahan untuk permukiman yang layak huni semakin tinggi dan tidak terjangkau oleh sebagian besar lapisan masyarakat menengah ke bawah.
Dengan tingginya harga lahan hunian layak mengakibatkan sebagian masyarakat memilih untuk membangun dan menempati hunian ala kadarnya bahkan cenderung memanfaatkan lahan-lahan di sekitar sungai yang melintasi Kota Bandar Lampung.
Kecenderungan ini nampak pada semakin padatnya daerah di sekitar sungai dengan bangunan rumah tinggal semi permanen hingga permanen yang semakin lama semakin menjorok ke dalam bantaran sungai, bahkan di beberapa lokasi terdapat bangunan yang menutup sebagian ruang sungai.
Pada awal tahun 2025, Kota Bandar Lampung mengalami peristiwa banjir yang melanda hampir merata di setiap wilayah, berdasarkan laporan berbagai sumber, tercatat kejadian banjir Kota Bandar Lampung pada tanggal 17 Januari 2025 terdapat di 19 titik lokasi, kemudian pada tanggal 22 Februari 2025 terdapat di 23 titik lokasi dan pada tanggal 2 Maret 2025 terdapat di 15 titik lokasi. Dampak kerugian yang timbul akibat banjir meliputi kerugian material dan juga korban meninggal dunia.
Dengan beberapa peristiwa kejadian banjir di Kota Bandar Lampung di awal Tahun 2025 tersebut apakah lantas membuat kita berdiam diri, pasrah dan saling menyalahkan antar pihak? Rasa-rasanya tidaklah bijaksana apabila hanya saling menyalahkan antar pihak terkait.
Setiap Pemangku Kepentingan (Stakeholder) terkait harus proaktif dan kolaboratif dalam upaya pencegahan dan pengendalian banjir di Kota Bandar Lampung sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.
Universitas Teknokrat Indonesia pada Program Studi S1 Teknik Sipil sebagai Institusi Pendidikan Tinggi juga telah aktif mengkaji dan membantu institusi terkait dalam upaya perencanaan pencegahan banjir di Kota Bandar Lampung melalui kiprah para Dosen dengan kepakaran di bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) khususnya dengan kajian perencanaan pengendalian dan pencegahan banjir.
Berdasarkan analisis dan kajian yang telah dilakukan, di Kota Bandar Lampung terdapat 6 (enam) sungai yang mengalir melintasi kota yang selama ini dilakukan pantauan dan kegiatan operasi serta pemeliharaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung.
Keenam sungai tersebut adalah : Way Sukamaju, Way Kuripan, Way Bako, Way Kuala, Way Lunik dan Way Kandis Nunyai. Selain sungai-sungai tersebut terdapat beberapa sungai lain yang menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung agar dapat dilakukan operasi dan pemeliharaan setiap tahunnya.
Banjir Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
