Metropolitan Bandar Lampung: Siapa Diuntungkan Siapa Terpinggirkan?
lampung@rilis.id
-
Masalah pertama yang harus diantisipasi adalah ketimpangan manfaat antarwilayah.
Tanpa pembagian fungsi yang jelas dan saling melengkapi, kota inti cenderung menyedot investasi dan aktivitas ekonomi, sementara wilayah penyangga menjadi ruang ekspansi tanpa nilai tambah yang memadai.
Masalah kedua adalah penguasaan ruang dan lahan. Tanpa kebijakan pengendalian yang tegas, spekulasi lahan akan mendahului perencanaan dan mendorong eksklusi sosial secara perlahan.
Masalah ketiga adalah risiko ekologis yang tidak merata. Kerusakan pesisir dan laut akan langsung memukul mata pencaharian masyarakat lokal, sementara keuntungan ekonomi dinikmati pihak luar.
Karena itu, pertanyaan “siapa diuntungkan dan siapa terpinggirkan” harus dijawab sebelum pembangunan dimulai, bukan setelah konflik muncul.
Metropolitan Bandar Lampung adalah pilihan politik dan kebijakan. Ia bisa menjadi mesin pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan, atau sebaliknya menjadi sumber ketimpangan baru.
Metropolitan yang berhasil bukan yang paling cepat dibangun, tetapi yang paling adil dalam membagi manfaat. (*)
METROPOLITAN BANDAR LAMPUNG
SIAPA DIUNTUNGKAN
SIAPA TERPINGGIRKAN
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
