Mas, Yay, Bli, Koh
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ia tak lahir dari forum besar, tak dibungkus pidato panjang, tak pula dipasang dalam spanduk megah.
Ia hidup dalam kebersamaan sederhana, dalam kopi yang dibagi rata, dalam logat yang berbeda tapi tawa yang sama.
Memang begitulah Indonesia seharusnya dirawat. Bukan dengan menyeragamkan, tetapi dengan saling memanggil dan saling membantu. Entah itu Mas, Yay, Bli, Koh, atau Lae yang belum sempat terucap. Semuanya punya tempat yang sama di jalan bernama persaudaraan. (*)
Tampan Fernando
opini Rilisid
kerukunan
keberagaman
Tampan Fernando Hasugian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
