Kenapa Banyak Emak-Emak Terlibat Perasaan di Medsos? Ini Penjelasannya
Yuda Haryono
Pringsewu
Kesepian tidak selalu berarti sendirian. Banyak emak-emak hidup bersama keluarga, namun tidak memiliki ruang untuk benar-benar didengar.
Media sosial menyediakan “telinga virtual” yang selalu siap, kapan pun dan di mana pun.
Dari percakapan ringan muncul kebiasaan. Dari kebiasaan tumbuh ketergantungan emosional.
3. Ilusi Kontrol dan Kenyamanan
Di media sosial, mereka merasa lebih aman.
Bisa memilih kapan membalas pesan, bisa menyaring cerita yang ingin disiarkan, dan bisa berhenti kapan saja, setidaknya menurut persepsi mereka.
Berbeda dengan dunia nyata yang penuh tuntutan dan konflik langsung.
Rasa aman inilah yang perlahan membuat batas menjadi kabur.
4. Puber Emosional di Usia Dewasa
Banyak emak-emak mengalami apa yang kerap disebut puber kedua: fase ingin diperhatikan, diakui sebagai perempuan, bukan sekadar ibu atau istri.
Pringsewu
fenomena medsos
emak emak
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
