Dejavu Rute Penerbangan Semu
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Rasanya seperti dejavu saat melihat rute internasional yang baru dibuka lagi di era Gubernur Mirza. Apakah akan mengulang kesalahan yang sama? dibuka dengan euforia, lalu mati pelan-pelan tanpa jejak?
Sejatinya program ini jelas layak didukung. Penerbangan langsung dari Lampung ke luar negeri akan memberi dampak ekonomi yang nyata, dari sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga mobilitas pekerja migran.
Namun dukungan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah memastikan keberlanjutan. Karena sejarah membuktikan, rute internasional bisa “dibuka”, tetapi belum tentu bisa “hidup”.
Memang, Pemprov Lampung saat ini sudah menyiapkan langkah untuk menjaga rute ini tetap berjalan. Salah satunya dengan kunjungan ke Malaysia sebagai misi pembangunan, bukan perjalanan seremonial. Agenda itu meliputi promosi pariwisata Lampung, penjajakan kerja sama perdagangan, hingga penguatan layanan bagi pekerja migran asal Lampung.
Pemprov juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta mitra strategis di Malaysia, termasuk pelaku usaha dan asosiasi perjalanan.
Sejumlah asosiasi seperti ASITA, ASTINDO, PPUI, serta para travel agent juga menyatakan minat untuk terlibat, baik dalam paket wisata, perjalanan umrah, maupun kerja sama bisnis lintas negara. Semua ini adalah sinyal positif.
Namun tetap ada catatan penting: rute internasional tidak akan bertahan hanya karena seremoni, publikasi, atau semangat sesaat. Ia hanya akan hidup jika ada penumpang yang stabil, ada muatan ekonomi yang nyata, dan ada kebijakan yang konsisten.
Tanpa itu, rute ini akan bernasib sama seperti 2019: menjadi cerita yang ramai sebentar, lalu menguap.
Maka, dukungan masyarakat memang menjadi kunci agar penerbangan ini berkelanjutan dan status internasional bandara benar-benar “terkunci”. Tetapi pada saat yang sama, Pemprov juga harus memastikan rute ini tidak hanya berjalan sementara.
Kini yang dibutuhkan adalah pembuktikan. Jangan sampai sejarah 2019 terulang lagi.
Tampan Fernando
opini Rilisid
penerbangan lampung
rute internasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
