Dejavu Rute Penerbangan Semu
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Pemprov Lampung baru saja meresmikan pembukaan rute penerbangan internasional. Mulai 12 Februari 2026, maskapai TransNusa resmi melayani penerbangan perdana rute Lampung–Malaysia.
Langkah ini patut diapresiasi karena menjadi upaya konkret menjaga status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional agar tidak kembali terdegradasi, sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemprov menyebut rute ini bukan sekadar pembukaan jalur udara, tetapi strategi menghadirkan akses perjalanan yang lebih mudah, murah, dan efisien bagi warga Lampung.
Ke depan, TransNusa dijadwalkan membuka penerbangan reguler setiap Senin dan Kamis untuk rute Lampung–Kuala Lumpur, sekaligus melayani rute domestik Lampung–Jakarta.
Namun, rute baru ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Masyarakat Lampung pernah disuguhi kabar serupa. Tepatnya pada 4 Mei 2019, sekitar tujuh tahun lalu ketika Lampung dipimpin Gubernur M. Ridho Ficardo.
Saat itu, Ridho juga meresmikan penerbangan internasional perdana rute Bandara Radin Inten II menuju Kuala Lumpur International Airport. Pesawat Citilink A320 lepas landas dari Lampung pukul 08.45 WIB.
Penerbangan bernomor QG 5200 itu menempuh waktu sekitar 1 jam 45 menit. Sebanyak 180 penumpang ikut dalam penerbangan perdana tersebut, terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Lampung, Kadin Lampung, BUMN, dan BUMD.
Ridho kala itu menyampaikan bahwa penerbangan internasional merupakan bagian dari misi kepemimpinannya: membuka konektivitas Lampung ke dunia internasional.
Sayangnya, penerbangan itu hanya terjadi sekali dan hanya sekadar seremoni. Setelah gegap gempita pembukaan, rute yang sempat diperjuangkan perlahan menghilang tanpa kabar. Tidak ada kelanjutan yang konsisten. Tidak ada ekosistem yang dibangun.
Tak lama, tampuk kepemimpinan berganti. Ditambah setahun kemudian badai covid-19 melanda. Program yang sudah digagas jauh-jauh hari itu pun berakhir tanpa ending yang jelas. Inilah yang membuat penulis berada di posisi harap-harap cemas.
Tampan Fernando
opini Rilisid
penerbangan lampung
rute internasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
