Dari Ramping ke Buncit, Efek Samping Jabatan

Yuda Haryono

Yuda Haryono

Pringsewu

9 Februari 2026 17:48 WIB
Perspektif | Rilis ID
Yuda Haryono jurnalis Rilis🆔
Rilis ID
Yuda Haryono jurnalis Rilis🆔

RILISID, Pringsewu — Perut buncit pejabat sering kali menjadi bahan gunjingan publik.

Seperti di warung kopi, di kolom komentar, sampai diskusi ringan sehari-hari, tubuh pejabat khususnya perut yang semakin maju ke depan kerap dikaitkan dengan satu tuduhan klasik: kebanyakan korupsi, kebanyakan makan duit rakyat.

Narasi itu terdengar logis, tapi belum tentu adil.

Faktanya, tidak semua perut buncit lahir dari praktik culas.

 Banyak kantor dengan perut membesar malah terjebak dalam pola hidup yang terlalu nyaman.

Rutinitas kerja yang lebih banyak duduk, rapat dari pagi sampai malam, jarang olahraga, makan tidak teratur, ditambah stres posisi semua itu adalah kombinasi sempurna untuk menumpuk lemak di perut.

Kita sering menyaksikan perubahan itu secara kasat mata. Seorang pejabat yang dulu ramping, lincah, dan sederhana.

Setelah mendapat “jembatan” karier dan posisi strategis, beberapa tahun kemudian tubuhnya ikut berubah.

Bukan hanya jabatan yang naik, tapi juga lingkar pinggang.

Di titik ini, perut buncit lebih pantas dibaca sebagai simbol kenyamanan struktural.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Pringsewu

perut buncit pejabat

nyaman dengan jabatan dan malas olahraga

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya