Dampak Perang Iran-AS bagi Lampung, Ini Tanggapan Guru Besar Ekonomi Publik Unila Profesor Nairobi
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
Di sisi lain, pengurangan mobilitas pegawai memang berpotensi menekan konsumsi BBM dan impor minyak, sehingga menurunkan tekanan terhadap subsidi dan defisit.
“Secara makro, langkah ini membantu menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar; secara mikro, ia menekan sebagian pelaku usaha jasa. Inilah trade–off klasik antara stabilitas makro dan dinamika sektor riil lokal,” tuturnya.
Menurutnya, di tengah keterbatasan ruang fiskal, perhatian wajar tertuju pada program besar yang sangat menyedot anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai program turunan seperti KMP.
Dengan pagu ratusan triliun rupiah, penyesuaian kecil dalam desain program bisa menghasilkan penghematan besar tanpa harus membatalkan tujuan mulianya.
Di sini, usulan kalibrasi menjadi relevan.
Pertama, frekuensi MBG dapat diubah dari lima hari menjadi empat hari per pekan, dengan syarat kualitas gizi per porsi tetap dijaga atau bahkan ditingkatkan.
Artinya, negara tetap hadir memperbaiki status gizi anak, tetapi dengan beban anggaran yang lebih terkendali.
Kedua, kapasitas KMP yang semula didesain 100 persen dapat dimulai pada kisaran 70–75 persen melalui skema roll out bertahap.
Pendekatan bertahap ini tidak hanya mengurangi tekanan fiskal di tahun-tahun awal, tetapi juga memberi ruang evaluasi, apakah rantai pasok, pengawasan mutu, dan tata kelola sudah siap?
Kasus-kasus keracunan atau distribusi yang bermasalah justru menunjukkan bahwa jeda penyesuaian mungkin diperlukan.
Bandar Lampung
Lampung
Ekonomi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
