Sekolah Kopi, Mungkinkah Jadi Paket Wisata dan Embrio Kluster Ekonomi Baru?
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Di penghujung bulan Juni 2021 (sebelum pemberlakuan PPKM), kami berkunjung dan berdialog dengan pimpinan beberapa kelompok petani kopi di Pekon Tribudisyukur, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat.
Dari dialog interaktif tersebut terlihat jelas bahwa petani masih sangat yakin dengan masa depan komoditas kopi. Selain itu, petani juga masih berharap mendapatkan pembinaan dan pendampingan.
Namun, bentuk pembinaan dan pendampingan yang diharapkan adalah yang terancang dengan baik, melembaga, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi.
Dalam diskusi ketua kelompok tani menyampaikan bahwa tidak jauh dari pekon (desa) mereka kini hadir Sekolah Kopi. Sekolah Kopi diresmikan tanggal 29 Desember 2020 oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.
Sekolah Kopi ini sesungguhnya dapat berkembang menjadi gagasan yang luar biasa, jika dikaitkan dengan kebutuhan pembinaan petani dan pengembangan kluster ekonomi wilayah. Sekolah Kopi sangat mungkin dijadikan mesin penggerak kluster ekonomi baru berbasis kopi, sesuai dengan potensi agroekosistem dan sosial ekonomi wilayah.
(Dr. Erwanto , Dosen FP Unila, Anggota DRD Lampung dan Representative PUM (jaket hitam) di Sekolah Kopi)
Secara khusus, kami juga sempat berdialog santai dengan para pengelola Sekolah Kopi. Sekolah Kopi secara bertahap mulai dilengkapi dengan berbagai sarana/prasarana serta peralatan/mesin terkait dengan pengolahan atau hilirisasi bisnis kopi.
Beberapa kegiatan termasuk pelatihan-pelatihan yang terkait dengan pengolahan kopi sudah mulai dilaksanakan. Dalam dialog juga terungkap bahwa ada mimpi besar Pemkab Lampung Barat untuk menjadikan Sekolah Kopi ini menjadi mesin penggerak pembangunan ekonomi wilayah yang terintegrasi dengan sektor-sektor ekonomi lainnya.
Hasil pengamatan kami selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di daerah ini, kami melihat kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat pengembangan agribisnis hulu-hilir kopi yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kopi
Polinela
Unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
