Nilai Tukar Petani: Tepatkah untuk Menakar Kesejahteraan Petani?
lampung@rilis.id
c. NTP belum memperhitungkan pengaruh teknologi terhadap laba usahatani (ini lazim diukur dengan produktivitas total faktor produksi (TFP)). Perubahan TFP mencerminkan kemajuan teknologi yang berpengaruh terhadap produksi dan laba usaha pertanian. Pengaruh TFP perlu diperhitungkan dalam kalkulasi (USDA, 2017).
Peneliti berpendapat bahwa indikator yang lebih baik untuk melihat perubahan kesejahteraan dari pendapatan usaha taninya adalah Nilai Tukar Faktorial Usaha Pertanian (NTFUP), yang dihitung sebagai NTUP dikali TFP. NTUP adalah indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian, yang dihitung sebagai rasio indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga masukan usahatani (Catatan: NTUP mulai digunakan BPS Desember 2013). Selain untuk memperbaiki NTUP, data TFP juga dapat digunakan untuk menyesuaikan perhitungan NTP, yang kelak dapat disebut Nilai Tukar Faktorial Petani (NTFP).
Meningkatkan NTP
BPS tampaknya harus terus berusaha menyempurnakan konsep NTP sehingga semakin cocok untuk menjadi indikator kesejahteraan petani, atau bahkan merumuskan indikator baru lebih kokoh dan representatif. Sambil menunggu penyempurnaan konsep NTP, sebaiknya segera digelar curah pendapat untuk membahas fenomena NTP di Provinsi Lampung. Sampai saat ini saya termasuk yang belum yakin jika pembangunan pertanian di Provinsi Lampung dinilai belum berhasil.
Diskusi membahas fenomena NTP Lampung perlu dirancang dengan baik, sehingga beragam perspektif dan gagasan bisa disintesis dengan cermat menuju kerangka solusi yang komprehensif dan partisipatif untuk mendongkrak NTP. Beberapa aspek perlu masuk agenda diskusi, antara lain: sistem informasi pasar produk pertanian; digital marketing; pengendalian inflasi terutama di perdesaan; sistem distribusi-logistik-transportasi; saprodi pertanian; skema partnership rantai bisnis pertanian; pascapanen, dan hilirisasi produk; dan lain-lain.
Tabik Pun! (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
