Kontraksi Ekonomi

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

7 Agustus 2020 16:00 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah
Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah

Saya kembali bertanya kepada Bang Asrian. Bagaimana pemerintah harus jor-joran belanja? Uangnya dari mana? Bukankah pemerintah juga sedang kesulitan?

”Dari utang,” jawabnya.

Tetapi, kata Bang Asrian, jangan utang keluar negeri. Pilih utang dalam negeri. Untuk menghindari resiko perubahan kurs.

Ia menilai, masih ada kelompok masyarakat di Indonesia yang punya dana besar. Ekonominya masih kuat. Masih superpower. Meskipun memang, usahanya juga ikut terdampak.

”Di sinilah kita lihat nasionalisme mereka?” ujarnya.

Lalu bagaimana langkah yang harus dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten?

Belanjanya juga harus dipercepat. Kalau bisa, APBD perubahan tahun ini juga dipercepat. Agar penyerapan anggaran bisa cepat.

Namun, belanjanya harus ditata dengan benar. Pilih yang berdampak langsung kepada masyarakat. Jika ada yang berdampak jangka panjang, reschedule! Contohnya bangun gedung. Atau lainnya.

”Saat ini juga lah, kita lihat kehebatan tim ekonomi pemerintah. Apakah bisa membawa kita tidak jatuh ke jurang yang namanya resesi,” katanya.

Menurutnya, jika resesi terjadi, tingkat pemulihannya bakal lebih panjang. Dampaknya bakal banyak perusahaan kolaps. Pengangguran meningkat. Demand turun. Dan lain sebagainya.

Menampilkan halaman 5 dari 6

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya