Kontraksi Ekonomi
lampung@rilis.id
Menurutnya, kita masih punya waktu tiga bulan lagi, untuk bahu-membahu memperbaiki perekonomian.
Karenanya, aktivitas ekonomi harus begerak. Terutama di sektor konsumsi. Nah, untuk menggerakkannya, motornya ada di pemerintah.
”Makanya sudah benar Pak Jokowi ngamuk-ngamuk itu. Karena penyerapan anggaran yang rendah itu,” katanya.
Harusnya, kata Bang Asrian, saat inilah pengeluaran pemerintah jor-joran. Baik belanja barang. Juga jasa. Agar perekonomian bergerak.
Saat ini, belum bisa pemerintah mengandalkan perusahaan atau sektor swasta. Karena kondisinya juga sedang sulit.
Perusahaan pun semestinya diberi stimulan. Seperti diberi keringanan pembayaran angsuran perbankan.
Sehingga, uang angsuran itu bisa digunakan untuk operasional perusahaan. Dengan begitu, perusahaan masih terus hidup. Bisa jalan. Tidak kolaps.
”Makanya saya bilang tadi, aktivitas usaha harus tetap jalan. Agar demand masih ada. Dan lagi-lagi, kuncinya juga ada di pemerintah,” ucapnya.
Bang Asrian juga menyarankan kepada masyarakat, agar menunda belanja kebutuhan tersier. Seperti berwisata. Belanja mobil mewah. Dan lainnya.
”Saat ini, kita harus pandai-pandai mengelola keuangan,” pesannya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
