Kesadaran Masyarakat kala Pandemi

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Pesawaran

23 Juli 2021 21:02 WIB
Perspektif | Rilis ID
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. ILUSTRASI: Kalbi Rikardo
Rilis ID
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. ILUSTRASI: Kalbi Rikardo

Perlu kita sadari bersama, mereka punya keluarga, suami atau istri bahkan anak-anak yang senantiasa menunggu di rumah. Mereka pun memastikan diri sendiri tidak menjadi penyebab penyebaran di kalangan keluarga terdekat.

Berdasarkan data Diskes Pesawaran, 25 nakes di RSUD Pesawaran positif terpapar Covid-19. Data ini usai RSUD Pesawaran mengadakan tes swab antigen terhadap 365 pegawai rumah sakit tersebut. Jumlah yang cukup banyak mengingat mereka adalah nakes yang selama ini melayani pasien baik penyakit umum terlebih pasien Covid-19.

Kita tidak boleh pesimistis akan kondisi ini. Kita harus selalu berharap tidak ada lagi yang terpapar positif Covid-19. Baik masyarakat umum, nakes, atau siapapun di Pesawaran, Indonesia bahkan di seluruh belahan bumi ini.

Apalagi kita tahu masyarakat Kabupaten Pesawaran berbatasan dengan Kota Bandarlampung dan Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, serta Lampung Tengah. Banyak perbatasan kabupaten ini menjadi celah peluang masuknya Covid-19 dari berbagai wilayah.

Tentunya, kondisi seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Pesawaran. Saya juga memastikan penyebaran Covid-19 tidak berasal baik dari dalam maupun dari luar kabupaten berjuluk “Bumi Andan Jejama” ini.

Saya paham kebijakan yang selama ini diterapkan pasti berdampak terhadap sektor ekonomi masyarakat. Tetapi, yakinlah ini merupakan kebijakan yang bertujuan baik dan bermanfaat untuk masyarakat itu sendiri. Prinsip kehati-hatian pun saya terapkan dalam setiap mengambil kebijakan ini.

Pastinya, pro dan kontra dalam setiap kebijakan tegas pasti terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dan saya pun memakluminya.

Di balik kebijakan tegas itu, saya masih memikirkan bagaimana masyarakat yang baik telah meninggal dan saat ini masih isolasi mandiri mendapatkan bantuan.

Cukup kita sadari begitu besar anggaran penanganan Covid-19 ini. Setiap pemerintahan di seluruh Indonesia melakukan refocusing anggaran serupa. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan dana yang sekiranya tidak urgen dan mendesak dapat dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Di Pemkab Pesawaran, saya juga melakukan refocusing. Masyarakat juga dapat memantau dan memastikan penggunaan anggaran penanganan virus ini benar-benar tepat sasaran.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya