Kesadaran Masyarakat kala Pandemi
lampung@rilis.id
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — PERJUANGAN melawan Covid-19 belum berakhir. Ke depan, kita tidak pernah tahu tantangan apa yang kita akan hadapi.
Pemerintah saat ini sudah banyak mengeluarkan banyak regulasi yang tentunya sebagai wujud ikhtiar dalam mencegah penyebaran Covid-19 semakin masif.
Namun, sebanyak apapun kebijakan pemerintah tidak berguna jika masyarakat tidak mau mematuhinya.
Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 ini saya tekankan nyata adanya. Anehnya, masih ada saja segelintir orang yang tidak meyakini keberadaan virus ini. Mulai dari konspirasi, hoaks, hingga ada yang menyebut sebagai bisnis.
Cukup. Tidak perlu berpikir terlalu dalam menanggapi setiap informasi maupun berita yang tidak jelas kebenaranya. Sudah saatnya kita bangun kesadaran masyarakat dalam melawan dan beradaptasi dengan virus ini.
Begitu banyak korban berjatuhan menghadapi pandemi ini. Belum cukupkah ini sebagai bukti kebenaran adanya virus ini?
Saya mengambil contoh tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Pesawaran yang setiap hari berjibaku menangani pasien Covid-19.
Alat pelindung diri (APD) atau baju hazmat lengkap menjadi pakaian wajib nakes dalam keseharian bekerja. Tidak kalah penting masker medis berlapis-lapis menghiasi wajah mereka yang terkadang membuat iritasi kulit.
Tak terbayang oleh kita, bagaimana perjuangan nakes yang setiap hari melayani pasien Covid-19 tanpa mengenal rasa lelah. Tentunya dibutuhkan kesabaran luar biasa dalam menangani, menjaga, dan merawat setiap pasien Covid-19. Terkadang tugas berat ini pula yang justru membahayakan jiwa mereka sendiri.
Pengorbanan dan perjuangan mereka sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi sudah sepatutnya kita apresiasi setinggi-tingginya. Saya meyakini pula, setiap tetes keringat yang mereka curahkan dalam melawan pandemi ini akan dibalas oleh Tuhan YME.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
