KI Tanpa Perempuan dan Wartawan
Wirahadikusumah
Jangan malah diam saja. Atau hanya mengerjakan rutinitas saja. KI Lampung harus memberi contoh kepada publik. Sebagai lembaga yang terbuka terhadap publik. Tarnsparan terhadap informasi.
Nah, profesi yang bisa meng-hire KI Lampung untuk itu adalah wartawan. Itulah mengapa saya berharap ada komisioner KI Lampung nantinya yang berbasis wartawan.
Saya ingat zaman KI Lampung periode pertama. Yang kala itu ketuanya adalah Juniardi. Mantan wartawan Lampung Post. Yang kini menjadi Pemimpin Redaksi media online Sinarlampung.
Kala itu, minimal sekali dalam sepekan, Juniardi membuat release tentang KI Lampung. Yang di-share olehnya ke semua media. Menginformasikan apa saja yang dilakukan KI Lampung. Sehingga informasinya menyebar luas ke publik.
Apa yang dilakukan Juniardi itu harus juga dilakukan KI Lampung. Karenanya, komisoner KI Lampung nanti haruslah yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman, untuk lembaga publik ini.
Terlebih, salah satu fungsi KI adalah hakim. Dalam memutus sengketa informasi. Karenanya, butuh orang yang berwibawa dan bermartabat untuk menjadi komisionernya.
Saya juga melihat, pertaruhan kinerja KI Lampung ke depan ada di komisioner yang terpilih nanti. Karenanya, saya berharap, apa yang saya jabarkan tadi tidak terlupakan.
Semoga saja, lima nama yang saya dapat itu hanya rumor belaka.(Wirahadikusumah)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
