Alam, Manusia, dan Bencana
lampung@rilis.id
Bahkan wilayah lain, seperti Lampung sudah merasakan efeknya.
Beberapa media menampilkan berita becana alam. Banjir telah terjadi di Kota Bandarlampung dan Kabupaten Tanggamus yang disusul dengan tanah longsor.
Curah hujan yang tinggi akan menghasilkan air yang melimpah, yang kemudian akan terakumulasi pada wilayah yang cenderung rendah.
Sayangnya kawasan perkotaan dengan hamparan jalan raya yang luas, serta cor-coran beton kokoh membuat lubang filtrasi resapan air menjadi minim.
Kemudian pepohonan besar yang berperan menjaga kontur tanah, meresap, dan mengikat air jumlahnya semakin berkurang.
Bahkan biopori, lubang silindris yang dibuat vertikal ke dalam tanah dengan tujuan meningkatkan daya resap air pada tanah pun mulai terlupakan.
Ditambah lagi angka penggunaan bahan plastik yang tinggi, serta budaya buang sampah pada tempatnya yang masih minim menjadi problema klasik.
Air yang seharusnya dapat terserap oleh tanah, mau tidak mau hanya bisa mengikuti kontur wilayah yang sudah penuh dengan jalan raya dan beton.
Sampai terakumulasi pada saluran air yang kemudian ditemani oleh sampah-sampah anorganik yang membuat transportasi air semakin melambat.
Pada akhirnya air yang memiliki sifat mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah menjadi sama rata dengan tempat ia terjatuh.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
