Kemah Sastra 2026 Hadirkan Akademisi Unila dan UIN RIL
Gueade
Bandar Lampung
“Karena kita berada di tanah Lampung,” harap Yunda yang kerap menjadi juri lomba cipta bahasa ibu di daerah ini.
Sementara Devin Cumbuan Putri, akademisi UIN Raden Intan Lampung (RIL) mengatakan bahwa alih wahana karya sastra dari bahasa Indonesia ke Lampung sangat membantu untuk mengenalkan bahasa ibu kepada kalangan yang lebih luas dan beragam.
“Dalam berkomunikasi, yaitu melalui bahasa Lampung menjadikan komunikasi berlangsung,” ujarnya.
Keduanya sepakat, gunakan bahasa ibu dengan memilih dialek pepadun atau saibatin, karena Lampung sangat kaya dalam dialek.
Para peserta mendapat tugas praktik mengalih wahana puisi atau cerpen karya hasil pelatihan dalam bahasa Indonesia ke bahasa Lampung, baik dialek A maupun O. (*)
Kemah Sastra 2026
Lomba Cipta Puisi
Cerpen
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
