Unik! 5 Mahasiswa Ini Kembangkan Sabun dari Minyak Jelantah
Dora Afrohah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menciptakan sabun yang terbuat dari minyak jelantah.
Ide ini tercetus sejak Agustus 2020 dan hingga kini terus mereka kembangkan.
Mereka adalah Muhammad Rian Hidayat, mahasiswa program studi Biologi Unila sebagai penanggungjawab produksi dan Tria Fadilla (Sosiologi Unila, hubungan masyarakat).
Lalu, Izzah Safina (Agronomi Unila, marketing dan finansial; Rianti Dewi (Penyuluhan Pertanian Unila, sosial media); dan Afandi Radefa (Pendidikan BK UIN RIL, media sosial.
Menurut Rian Hidayat, sabun jelantah (buntah) ini dijual karena nilai estetikanya dibanding fungsionalnya.
"Bisa untuk cuci tangan. Tetapi kami tidak merekomendasikan untuk tubuh dan muka,” ungkapnya, Minggu (11/04/2021).
Rian,menerangkan mereka terakhir memproduksi buntah pada September 2020 sekitar 30 pieces dengan berat 300-350 gram dan dibandrol dengan harga Rp8-10 ribu.
"Saat ini tim memiliki keterbatasan waktu dan masih sibuk masing-masing jadi belum ada waktu untuk produksi lagi” tambahnya.
Buntah ini merupakan pengaplikasian ilmu yang didapat dengan tujuan aktif menanggulangi pencemaran ekosistem darat dan laut dengan bahan utama minyak jelantah dan soda api.
Minyak jelantah dipilih karena mereka ingin mendaur ulang limbah yang dapat berpengaruh ke ekosistem darat dan laut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
