Unik! 5 Mahasiswa Ini Kembangkan Sabun dari Minyak Jelantah
Dora Afrohah
Bandarlampung
"Karena limbah rumah tangga itu walaupun dibuang sedikit, secara tidak langsung tetap merusak dan mencemari tanah atau air," paparnya.
Dia mendapat minyak jelantah dari penjual makanan di pinggir jalan atau UMKM yang menggunakan minyak jelantah.
Namun sayangnya, beberapa dari mereka sudah bekerjasama dengan pengepul minyak jelantah.
"Atau kalau door to door ke rumah warga, biasanya mereka sudah membuang minyak jelantahnya. Itulah kesulitannya, mencari mitra,” jelasnya.
Ada beberapa kegiatan mereka seperti Buntah Drive yaitu kegiatan yang akan dilakukan tim buntah ke acara pernikahan yang pasti menyisakan minyak jelantah.
Ada juga Buntah Champaigne, yaitu tim buntah yang akan melakukan kegiatan kampanye perlindungan ekosistem darat dan perairan. Lalu, Buntah Society yaitu tim yang akan membagikan buntah itu sendiri ke masyarakat.
Selain sabun, rencananya mereka akan memproduksi lilin aroma terapi dan biodiesel, namun masih dalam pengembangan.
Rian berharap pihaknya dapat bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup agar buntah dapat diproduksi massal.
"Mungkin bisa diterapkan di desa-desa yang memproduksi suatu produk yang melibatkan minyak jelantah tapi masih bingung mengalokasikannya ke mana,” tutupnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
