Pecinta Kupu-Kupu se-Nusantara Ikuti Jambore di Lampung

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

23 Maret 2019 18:03 WIB
Humaniora | Rilis ID
Suasana Jambore Kupu-kupu Indonesia tahun 2019 di Taman Kupu-kupu Gita Persada, Sabtu (23/3/2019). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta
Rilis ID
Suasana Jambore Kupu-kupu Indonesia tahun 2019 di Taman Kupu-kupu Gita Persada, Sabtu (23/3/2019). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILISID, Bandarlampung — Sebanyak 60 peserta mengikuti Jambore Kupu-kupu Indonesia tahun 2019 di Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Bandarlampung, Sabtu (23/3/2019).

Jambore ini mendatangkan para pecinta dan pemerhati kupu-kupu dari berbagai penjuru di nusantara. 

Mereka di antaranya dari Lombok, Kalimantan Timur, Belitung, Jawa Timur, Universitas Sriwijaya Palembang, Prabumulih, dan Jabodetabek. 

Ketua Pelaksana Jambore Kupu-kupu Indonesia ke-2, Martinus, mengatakan kegiatan ini tak lain untuk memperkuat jejaring mengenai kupu-kupu di Indonesia. 

"Jadi kita ingin di sini saling berbagi informasi tentang kupu-kupu di Indonesia. Karena setiap daerah pasti beda jenisnya," jelas Martinus. 

Dia menerangkan, Taman Kupu-Kupu Gita Persada dipilih sebagai tuan rumah kegiatan ini bukan tanpa alasan. Gita Persada dianggap pionir taman habitat kupu-kupu di Indonesia.

Selain itu kegiatan ini diisi dengan seminar, workshop penangkaran kupu-kupu, lomba cari ulat, dan fotografi. 

"Kita ingin nanti setelah kegiatan ini ada yang tergerak menghasilkan konservasi kupu-kupu yang sama seperti ini,” harapnya.

Disinggung apakah kupu-kupu di Indonesia sudah mengalami kepunahan, Martinus enggan menyebutkan secara gamblang. 

"Salah satu penyebab punahnya kupu-kupu adalah kehilangan habitat. Jenisnya ada 3-4 ribu. Jadi untuk jenis konservasinya banyak. Kupu-kupu ini ada karena kedekatannya dengan tanaman pakan larva. Tidak semua pangan larva itu ada," terangnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya