Niat Bantu Kebutuhan Darah PMI, Swiss-Belhotel Lampung Adakan Donor Darah
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Swiss-Belhotel Lampung bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Lampung, menggelar donor darah gratis untuk karyawan dan masyarakat umum.
Menurut Human Resources Manager Swiss-Belhotel Lampung, Erna R. Nurzal, kegiatan ini biasanya rutin dilaksanakan per tiga bulan sekali. Namun karena kondisi pandemi, pihaknya baru saat ini memberanikan diri untuk mengadakan lagi.
“Terakhir Januari 2020, jadi sudah satu tahun baru mengadakan lagi,” ungkap Erna kepada Rilislampung.id, di acara Blood Donation di Pesawaran Meeting Room, Swiss-Belhotel Lampung, Rabu (10/2/2021).
Meskipun khawatir, namun pihaknya tetap ingin melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini, yang diharapkan bermanfaat untuk orang yang membutuhkan.
Kegiatan pun tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ruangan, penggunaan handsanitizer dan masker, pengaturan tempat duduk dengan jarak, dan pembatasan pendonor apabila sudah mencapai target.
Ditemui ditempat yang sama, dr. Firmansyah Roni, dokter yang bertugas di PMI Lampung menjelaskan, kegiatan seperti ini sangat membantu karena di saat pandemi jarang ada yang mengadakan.
"Sebelum pandemi biasanya dalam satu hari PMI bisa melakukan kegiatan donor darah hingga tiga tempat. Sekarang ada satu atau dua kegiatan saja sudah membantu. Kalau tidak ada acara seperti ini, keluarga pasien harus cari darah sendiri, itu kan menyulitkan," ungkap Firmansyah.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan demi membantu kebutuhan darah pasien.
"PMI sangat berharap banyak kegiatan seperti ini meskipun saat pandemi, kami akan sesuaikan dengan protokol kesehatan. Kedepannya semoga semakin banyak kegiatan donor darah, karena kebutuhan darah di PMI Lampung sekitar 100 sampai 150 kantong per harinya,” pungkas Firmasyah.(*)
Laporan: Dora Afrohah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
