Masih Diambil Sampel Darah dan DNA, Keluarga Abrip Asep Batal Berangkat Ke Aceh
Andry Kurniawan
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Dua anggota keluarga Abrip Asep yang sedianya akan ke Aceh pada Jumat (19/3/2021) pagi untuk melihat kondisinya, urung berangkat .
“Kami pihak keluarga sudah bersiap dari kemarin, sudah tes swab. Namun ada informasi lagi dari pihak yang akan memfasilitasi, katanya ditunda. Kami belum tahu alasannya. Kami hanya dengar tiket katanya sudah dipesankan,” ungkap Hidarsel, perwakilan pihak keluarga kepada Rilislampung.id, Jumat siang.
Hidarsel juga mengatakan, pihak Polda Lampung dan Brimob Polda Lampung sudah mengambil sampel darah dan DNA anggota keluarga kandung, untuk dicocokkan dengan Abrip Asep yang sampel DNA nya sudah terlebih dahulu dikirim ke Mabes Polri.
Sebelumnya pihak Polda Lampung difasilitasi Satuan Brimob Polda Lampung menyatakan akan memberangkatkan dua keluarga Asep, yakni Mahyudin (kakaknya) dan Saiful (adiknya).
Baca: Keluarga Jemput Abrip Asep, Anggota Polisi yang Dinyatakan Tersapu Tsunami Aceh
“Kami belum bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan adik kami di Aceh itu, karena menurut informasi masih dikarantina. Tapi pantauan kami kondisi Asep sehat disana. Prinsipnya yang kami rasakan sekarang ini bangga, haru, senang, semua bercampur satu,” tambah Hidarsel lagi.
Lebih lanjut Hidarsel mengatakan ada informasi yang simpang siur yang harus diluruskan. Seperti ada yang berita yang mengatakan bahwa Asep keluarganya di Palembang. Asep murni berangkat mendaftar sebagai anggota Brimob dari Lampung.
Baca: Abrip Asep Ditemukan Usai Hilang 17 Tahun Tersapu Tsunami, Ini Kronologinya Kepergiannya
“Tidak ada itu di Palembang. Abrip Asep itu alamat lengkapnya ada di RT02/RW01, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung, Lampung. Nah itu alamat lengkapnya,” tegas Hidarsel.
Pihak keluarga juga menyatakan pertama kali tahu ada informasi ditemukannya Abrip Asep pada hari Rabu (17/3/2021) lalu. Informasi itu didapatkan dari rekan-rekan personel Brimob angkatan Asep yang terus mencari informasi. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
