Jutaan Rupiah dari Menganyam Gelang Pakis Kawat

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

27 Februari 2020 10:13 WIB
Humaniora | Rilis ID
Pendi saat sedang membuat gelang anyaman di tangan pelanggannya, Rabu (26/02/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan
Rilis ID
Pendi saat sedang membuat gelang anyaman di tangan pelanggannya, Rabu (26/02/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan

RILISID, Lampung Barat — Pendi (40), warga Kubuperahu Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat (Lambar) adalah pengrajin gelang anyaman dari pakis kawat (bahasa Lampung: paku asam). Hasil karyanya mampu menghasilkan jutaan rupiah per bulan.

Pendi mengungkapkan, gelang tersebut berbahan pakis kawat, dibelah lalu diambil lapisan dalamnya sebagai bahan anyaman. Untuk kisaran harga bervariasi, mulai Rp10 ribu hingga Rp25 ribu.

"Untuk ukuran yang kecil saya beri harga Rp10 ribu, sedangkan yang besar Rp25 ribu," ujarnya saat dikunjungi di tempatnya, Rabu (26/2/2020).

Pendi mengatakan, ia menjadi pengrajin gelang anyaman dari 2018. Pekerjaan yang digeluti sangat menjanjikan. Pasalnya ia dapat merogoh kurang lebih satu hingga dua juta per bulan,

"Itu tergantung pesanan, kemarin ada pesanan dari Yogyakarta, dan alhamdulillah hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga saya," ungkapnya.

Pendi mengakui untuk pembuatan gelang tingkat kerumitannya lumayan. Harus betul-betul teliti karena dirinya terbiasa menganyam di tangan konsumen.

"Untuk pembuatan satu gelang bisa memakan waktu hingga satu jam bahkan lebih tergantung ukuran," kata Pendi.

Dia berharap hasil karyanya bisa dinikmati semua kalangan karena seni tidak memandang usia.

"Saya berniat membuat gelang anyaman untuk Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya