Atasi Kekerasan pada Perempuan-Anak, Damar Bentuk Satgas Tingkat Desa
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang banyak menjadi korban kekerasan dalam berbagai bentuk fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi, dan kekerasan lainnya.
Angka kejadian tindak kekerasan terhadap perempuan selama 2018 yang mengadu langsung ke Damar (drop in), dan penjangkauan kasus (out-reacht) sebanyak 40 kasus.
Damar karenanya membentuk layanan pelatihan Satgas Desa Pencegahan dan Penanganan kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
”Ini untuk menjamin kehidupan mereka kelak," ujar Sely Fitriani, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan Damar, dalam siaran persnya, Minggu (30/12/2018).
Sely menjelaskan terbentuknya layanan pelatihan Satgas guna meningkatkan kualitas layanan terhadap perempuan dan anak terhadap korban kekerasan.
Banyak kejadian yang tidak terpantau oleh media masa, atau lembaga-lembaga yang peduli terhadap permasalahan perempuan.
”Atau tidak dilaporkan dikarenakan korban atau keluarga korban tidak berani melaporkan kasusnya karena takut dan malu,” paparnya.
Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR atas dukungan Rutgers WPF Indonesia, sebab itu merasa penting melakukan layanan pelatihan satgas di desa.
”Semoga korban kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin berkurang," harapnya.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk membangun perspektif gender dan HAM yang diperlukan dalam mendampingi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
