Tragis, Pinjaman Koperasi Rp500 Ribu untuk Modal Jualan Somay Berujung Maut
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Merasa terhina, Salam keluar rumah dan mencoba meminjam uang ke tetangga, namun gagal.
“Pelaku sempat berusaha pinjam uang ke warga, tapi tidak berhasil. Saat kembali ke rumah, korban malah semakin keras menagih sambil mengumpat. Dari situlah muncul niat jahat pelaku,” ujar Indra.
Salam kemudian meminjam golok dari tetangganya dengan alasan untuk menyembelih kambing.
Golok itu disembunyikan di balik bajunya. Ia lalu mengajak Pandra pergi dengan dalih mencari pinjaman ke seorang teman.
Saat keduanya berboncengan menuju area proyek kebun singkong, pelaku menjerat leher korban dari belakang dengan senar tiga lapis yang sudah dipersiapkan. Motor yang mereka tumpangi pun terjatuh.
Korban yang terluka sempat berusaha melarikan diri, namun tak kuat. Pelaku lalu menyabet leher korban dengan golok hingga dipastikan tewas di tempat.
"Setelah itu, Salam mengambil barang-barang milik korban, termasuk dua unit ponsel, tas, dan sepatu," jelasnya.
Ia membungkus jasad Pandra menggunakan jas hujan agar darah tidak berceceran, lalu membawanya menggunakan motor ke sebuah sungai tak jauh dari lokasi kejadian dan membuangnya ke dalam air.
Salam lalu kabur ke rumah adiknya di Branti, lalu berpindah ke rumah kerabatnya di Pesawaran.
Di sana, ia menjual motor korban seharga Rp4,1 juta melalui perantara.
Pembunuhan
koperasi Natar
Mapolda Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
