Terungkap! Ribuan Amunisi Ilegal yang Disita Polda Lampung Diduga Dipasok Ketua Perbakin

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

28 Juni 2025 07:00 WIB
Hukum | Rilis ID
Pengungkapan kasus amunisi ilegal dan senpi rakitan di Polda Lampung. Foto: Tampan Fernando.
Rilis ID
Pengungkapan kasus amunisi ilegal dan senpi rakitan di Polda Lampung. Foto: Tampan Fernando.

RILISID, Bandar Lampung — Kasus pabrik senjata api dan amunisi ilegal yang dijual secara online di Shopee memasuki babak baru.

Ribuan amunisi ilegal yang disita Polda Lampung itu ternyata dipasok oleh seorang pejabat tinggi organisasi yaitu Ketua Perbakin Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Agung Budi Taliroso.

Agung diduga terlibat dalam jaringan pemasok amunisi ilegal untuk industri rumahan senjata api rakitan di Kemiling Bandar Lampung.

Yang membuat geger, sebagian besar amunisi yang dipasok Agung adalah produk resmi PT Pindad, perusahaan BUMN yang selama ini menjadi tulang punggung produksi senjata dan amunisi militer Indonesia.

“Agung ini adalah Ketua Perbakin aktif sampai 2027, tapi justru dia ini diduga kuat melakukan penjualan amunisi via online E-Commerce Shopee sehingga dapat dibeli oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab,” ungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Zaldi Kurniawan, Jumat (27/6/2025).

Dari hasil penggerebekan dan penyidikan, polisi menyita lebih dari 8.000 butir amunisi aktif dari tangan Agung. Termasuk amunisi buatan Pindad yang seharusnya hanya beredar secara resmi untuk kepentingan TNI, Polri, dan kegiatan olahraga menembak dengan izin ketat.

“Benar, ada amunisi Pindad di tangan tersangka Agung. Itu dipesan melalui jalur ilegal dan dipasok ke Bandar Lampung,” kata Kompol Zaldi.

Polisi menduga Agung memanipulasi data kebutuhan peluru anggota Perbakin demi mendapatkan stok berlebih yang kemudian dijual bebas.

Dari penggeledahan, berikut rincian amunisi yang ditemukan dari rumah dan gudang milik Agung Budi Taliroso: Kaliber 5,56 x 72 mm: 1.460 butir; Kaliber 5,56 x 45 mm: 1.775 butir; Kaliber 9 mm: 1.330 butir.

Selanjutnya, Kaliber 22 mm: 973 butir; Kaliber 76,2 mm: 210 butir; Kaliber sniper 7,62 mm: 514 butir; Amunisi shotgun dan FN 46; Campuran berbagai jenis kaliber lainnya: 277 butir.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

amunisi ilegal

senpi rakitan

perbakin

Ketua Perbakin

penjualan amunisi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya