Merasa ‘Dibuang’, Ahli Waris Pendiri Universitas Saburai Gugat Yayasan ke Pengadilan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ade Irna, salah satu ahli waris lainnya, bahkan tak dapat menahan emosinya saat menceritakan kisah ini kepada awak media.
Ia mengaku geram dengan sikap pengelola yayasan yang sengaja mengesampingkan para pendiri dan keturunannya.
Yang paling menyakitkan, kata Ade, orangtua mereka bahkan disebut hanya sebagai pesuruh dan dianggap sudah “putus urat malunya.”
“Yayasan ini dulu didirikan oleh tujuh orang, salah satunya ayah saya Amir Husein, juga ayah Pak Gustav, dan ibu dari Bu Tia,” kata Ade.
Yayasan tersebut didirikan pada 1977 dengan penuh perjuangan. Namun, seiring berjalannya waktu, ada pihak-pihak yang berusaha menyingkirkan mereka. Ade Irna menegaskan, gugatan yang mereka layangkan bukan soal uang.
“Ini bukan soal duit atau harta karun yang terpendam, ini soal nama baik,” tegasnya. (*)
Universitas Saburai
konflik perguruan tinggi
Maruarar Siahaan
Ade Irna
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
