Ken Setiawan: Negara Terlalu Longgar, Intoleransi dan Radikalisme Kian Menjalar

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

9 Juli 2025 16:05 WIB
Hukum | Rilis ID
Ken Setiawan, Pendidi NII Crisis Center. Foto: Ist
Rilis ID
Ken Setiawan, Pendidi NII Crisis Center. Foto: Ist

RILISID, Bandar Lampung — Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah yang dinilainya terlalu longgar dalam menghadapi kelompok intoleran dan paham radikal.

Menurutnya negara tidak tegas dalam mencegah aksi intoleran dan menangani paham radikal di tengah masyarakat. Bahkan sosialisasi saja sangat minim dengan alasan efisiensi anggaran. Akibatnya aksi intoleransi makin menjalar di berbagai daerah. 

“Penyebaran ideologi radikal semakin meluas, terutama melalui media sosial yang sangat efektif dimanfaatkan oleh kelompok tertentu,” kata Ken Setiawan kepada Rilis.id, Rabu (9/7/2025).

Sayangnya, menurut Ken, upaya pengendalian konten negatif di media sosial masih belum maksimal. Hal ini memperkuat kesan bahwa penegakan hukum lemah, regulasi tidak memadai, dan program pencegahan belum menyentuh akar permasalahan.

"Akibatnya, kelompok intoleran dan radikal bergerak leluasa. Mereka menyebarkan ideologi, bahkan tak jarang melakukan tindakan kekerasan di tengah masyarakat," jelasnya.

Ken juga menyoroti pendekatan pemerintah yang dinilainya keliru. Alih-alih bersikap tegas, justru terlihat kecenderungan merangkul tokoh-tokoh dari kelompok intoleran, seperti HTI, FPI, dan Salafi Wahabi, demi menjaga stabilitas semu.

“Presiden melalui para menteri dan staf khusus justru mendekati tokoh-tokoh tersebut agar tidak gaduh. Tapi langkah ini justru menciptakan kesan seolah negara berpihak kepada mereka,” kata Ken.

Bahkan sekelas Menteri Budaya terlihat asyik podcast dengan tokoh HTI. Bukan mendiskusikan budaya nusantara tapi justru membahas tentang Khilafah Ottoman Turki.

Akibatnya, tidak heran jika akhir akhir ini banyak tindakan intoleran seperti penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah hingga pelarangan aktifitas keagamaan masih sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, banyak sahabat dari kalangan moderat komplain terhadap NII Crisis Center karena dinilai tidak mau menyampaikan kritik kepada negara tentang fenomena tersebut. Namun Ken Setiawan menyampaikan bukan tidak mau, tapi ‘sadar diri dan sadar posisi’.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Ken Setiawan

NII Crisis Center

teroris

FKPT Lampung

kasus intoleransi

terorisme

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya