Jaksa Agung Lantik 17 Pejabat Baru, Mantan Wakajati Lampung Pimpin Kejati Yogyakarta
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik 17 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Salah satu pejabat yang dilantik adalah mantan Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Lampung, I Gde Ngurah Sriada, yang kini menjabat sebagai Kajati Daerah Istimewa Yogyakarta.
I Gde Ngurah Sriada sebelumnya menjabat Wakajati Lampung sejak Mei 2024 hingga awal Juli 2025. Posisi tersebut kini diisi oleh Dr. Transiswara Adhi.
Berikut daftar lengkap 17 Kajati yang dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin:
1. Sufari – Kajati Maluku Utara
2. Jacop Hendrik Pattipeilohy – Kajati Sulawesi Utara
3. Bernadeta Maria Erna Elastiyani – Kajati Banten
4. I Gde Ngurah Sriada – Kajati DI Yogyakarta
5. Rudy Irmawan – Kajati Maluku
6. Roch Adi Wibowo – Kajati Nusa Tenggara Timur
7. Sugeng Hariadi – Kajati Jambi
8. Sutikno – Kajati Riau
9. Didik Farkhan Alisyahdi – Kajati Sulawesi Selatan
10. Muhibuddin – Kajati Sumatera Barat
11. Chatarina Muliana – Kajati Bali
12. Ketut Sumedana – Kajati Sumatera Selatan
13. Hermon Dekristo – Kajati Jawa Barat
14. Yudi Indra Gunawan – Kajati Kalimantan Utara
15. Tiyas Widiarto – Kajati Kalimantan Selatan
16. Emilwan Ridwan – Kajati Kalimantan Barat
17. Siswanto – Kajati Jawa Tengah
Dalam amanatnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan agar para pejabat yang dilantik sungguh-sungguh memegang teguh sumpah jabatan.
“Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Burhanuddin.
Ia juga mengingatkan akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan kejaksaan.
“Jabatan harus dimaknai sebagai amanah untuk bekerja dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan dedikasi demi kemajuan institusi,” tegasnya. (*)
Kajati Lampung
Kejagung
Jaksa Agung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
