Guru di Lampung Jadi Tersangka Penipuan AI Pakai Wajah Prabowo, Raup Untung Rp65 Juta

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

9 Februari 2025 12:37 WIB
Hukum | Rilis ID
Konferensi pers terkait penipuan deepfake di Bareskrim Polri. Foto: ist
Rilis ID
Konferensi pers terkait penipuan deepfake di Bareskrim Polri. Foto: ist

RILISID, Bandar Lampung — Seorang guru di Lampung berinisial JS (25) ditangkap Bareskrim Polri lantaran melakukan penipuan dengan video deepfake AI.

Parahnya, pelaku menggunakan wajah Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani untuk melancarkan aksinya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji mengatakan tersangka JS adalah guru di Kabupaten Pringsewu yang merupakan satu komplotan dengan tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap.

Para pelaku menggunakan modus dengan menggugah dan menyebarluaskan video di platform Instagram memanfaatkan teknologi deepfake.

“Mereka menggunakan foto dan suara yang menyerupai Bapak Presiden Subianto, Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hal ini dilakukan agar tampak seolah mereka menyampaikan pernyataan bahwa pemerintah menawarkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Himawan di Bareskrim Polri, pada Jumat (7/2/2025).

Kemudian tersangka mengunggah viveo penipuan di akun Instagram Indo Berbagi 2025 yang dikelola oleh tersangka dengan jumlah followers kurang lebih 9.399.

Tersangka juga mencantumkan nomor WhatsApp yang dapat dihubungi dengan harapan menarik perhatian masyarakat. Setelah itu, korban diminta untuk mentransfer jumlah uang dengan alasan biaya administrasi.

“Korban yang telah membayar biaya administrasi dijanjikan pencairan dana oleh tersangka sehingga korban percaya untuk kembali mentransfer sejumlah uang yang sebenarnya dana bantuan tersebut tidak pernah ada,” jelasnya.

Ternyata tersangka telah melakukan kegiatan penipuan sejak tahun 2024 yang modus operandinya adalah menyebarkan konten berupa video deepfake yang menampilkan pejabat negara dan sejumlah public figure ternama di Indonesia.

“Berdasarkan barang bukti yang ditemukan sejak bulan Desember, tersangka telah meraup keuntungan kurang lebih sebesar Rp65 juta yang juga korbannya kurang lebih 100 orang, berasal dari 20 provinsi dengan jumlah korban terbanyak berasal dari provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua,” ucap Himawan.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

penipuan AI

deepfake

Bareskrim Polri

guru di Lampung

kasus penipuan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya