Suami Tewas Ditembak, Istri Ingin Jual Tanah untuk Ngaben
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Duka masih menyelimuti Ketut Wasti (45), istri almarhum Komang Tiste (48) yang tewas ditembak dua orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi di kebun singkong Dusun Putuk Jaya, Talan Batu Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, Senin (20/1/2020).
Ditemui di rumah orangtuanya di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan (Lamsel), Ketut menyatakan terima kasihnya atas ditembak matinya satu tersangka.
Dia berharap, seorang lainnya dapat segera dibekuk. Sebab, masih teringat jelas di benaknya saat suaminya ditembak dua kali dari jarak lima meter.
Ibu lima anak ini menceritakan, selama 15 tahun merantau sebagai buruh di Mesuji, selama itu pula, ia hanya memiliki gubuk dan tanah yang tidak seberapa luas.
Dia mengaku tidak ingin lagi tinggal di tempat yang dulu dihuni bersama Komang Tiste tersebut. Tanah pekarangan, rencananya akan ia jual dan uangnya untuk biaya ngaben suaminya.
Ngaben adalah upacara pembakaran mayat pada masyarakat Bali yang beragama Hindu.
"Karena kalau ngaben sekarang biayanya tinggi dan saya tidak mampu," ujar Ketut Wasti.
Ditanya kronologis suaminya ditembak, Ketut menjelaskan mereka didatangi dua orang.
Satu di antaranya bertanya, "Kamu Komang Tiste ya?"
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
