Suami Tewas Ditembak, Istri Ingin Jual Tanah untuk Ngaben
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
Spontan, suaminya menjawab, ”Iya”.
Saat itu juga tanpa basa-basi, dua peluru meluncur ke tubuh lelaki malang ini.
"Setahu saya, suami tidak punya musuh. Kami kerjanya hanya buruh. Saya dan suami hanya upahan nyemprot tanaman singkong milik Pak Komang Bon," imbuhnya.
Mereka menerima upah Rp500 ribu untuk menyemprot lahan singkong.
"Selama ini anak-anak sekolah di Balinuraga dan ikut orangtua saya. Tujuan kami cuma satu yaitu mencari uang buat keluarga," pungkas Ketut. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
