Pihak Korban Siswa Seba Polri Minta Hasil Autopsi dan CCTV Diungkapkan ke Publik
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Keluarga almarhum Advent Pratama Telambanua, meminta rekaman CCTV di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung dan hasil autopsi untuk diungkap ke publik, Jumat (29/9/2023).
Tim LBH Sion, Van Royen Girsang menjelaskan, sejak Agustus 2023 sudah dilaporkan dan meminta progres penyelidikan. Namun setelah dikonfirmasi ke Paminal dan Ditreskrimum Polda Lampung, mereka mengatakan masih dalam proses penyelidikan dan belum ada tersangka.
"Menurut kami itu janggal, jadi langkah kami selanjutnya belajar dari kasus ajudan Pak Kapolda Kaltara. Hasilnya juga setelah dilakukan penyelidikan internal di Polda setempat, ternyata tidak cukup bukti," bebernya.
Kemudian dari kasus ini, menurutnya banyak sekali kejanggalan. Terbukti hari ini ternyata prosesnya juga masih jalan ditempat, padahal sudah satu bulan.
Pihaknya juga sudah membuat surat dua kali meminta rekam kesehatan dan hasil autopsi atas nama almarhum Advent. Pertama sebelum dia diterima menjadi siswa SPN Polda Lampung.
"Tanggal 1 September kami surati. Karena tidak ada kabar, lalu 7 September dua kali kami sudah menyurati Polda," imbuh Van Royen Girsang
Van Royen juga sudah meminta surat hasil autopsi dari Rumah Sakit Medan Adam Malik. Sampai sekarang tidak ditanggapi dan tidak diberikan kepada keluarga korban.
"Sampai hari ini, keluarga belum menerima dan memegang hasil yang terakhir," pungkasnya.
Sementara itu Paman korban Rahmat Telambanua mengatakan, sebenarnya ia juga ingin melihat langsung. Karena sesuai dengan informasi yang diterima ada dugaan penganiayaan di ruang makan dan ada CCTV tidak dibuka.
"Kenapa tidak buka saja, sehingga keluarga puas. Saya juga ingin menanggapi hal yang pertama, mereka mengatakan bahwa kematian anak kita itu oleh karena jantung," kata Rahmat.
Siswa SPN
keluarga korban
autopsi dan CCTV
ungkap ke publik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
