Gandeng KWT, PT Hakaaston Wujudkan Ketahanan Pangan dari Hasil Penjualan Limbah Botol Plastik

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandar Lampung

29 Juli 2025 13:44 WIB
Bisnis | Rilis ID
PT Hakaaston menggandeng KWT untuk mengelola limbah botol plastik jadi bernilai ekonomis. Foto: Ist
Rilis ID
PT Hakaaston menggandeng KWT untuk mengelola limbah botol plastik jadi bernilai ekonomis. Foto: Ist

RILISID, Bandar Lampung — PT Hakaaston selaku pengelola ruas tol Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Panca Tunggal Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni mewujukan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dari desa.

Manager Public Affairs PT Hakaaston M. Alkautsar menyebutkan bahwa pihaknya mendukung program kesinambungan dan keberlanjutan bagi desa yang berdampingan dengan ruas tol Bakter.

Ia menegaskan bahwa keberadaaan ruas tol Bakter harus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kegiatan ketahanan pangan di Desa Panca Tunggal, yang mana kita memanfaatkan lahan-lahan tidur di sejumlah pekarangan rumah warga untuk ditanami sayur-sayuran yang diperoleh dari hasil penjulan limbah botol plastik yang ada di ruas Bakter," kata Alkautsar dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).

Tak hanya itu, sambung Alkautsar, pengelola tol Bakter juga mengelola limbah botol plastik menjadi produk ekonomi kreatif dan bernilai ekonomis. Di antaranya menjadi bahan baku kursi.

"Kami telah bekerjasama dengan pegiat limbah di Lampung Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk pengembangan produk inovasi dari limbah botol. Ke depan ini akan kami kembangkan melalui sejumlah kanal pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas ," tutupnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

KWT

PT Hakaaston

Ketahanan Pangan

Limbah Botol Plastik

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya