Wujudkan SDM Unggul Melalui Bimtek Petani Milenial

Elvi R

Elvi R

Jakarta

28 Oktober 2019 16:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Dalam rangka mewujudkan visi menciptakan SDM Unggul, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petani Milenial di  Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Jum’at (25/10/2019). 

Kegiatan yang bertujuan untuk mencetak petani muda yang handal ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang (Kabid) Kerja sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Puslitbangtan Dr. Agus W. Anggara, S.Si., M.Si mewakili Kapuslitbangtan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala BPTP Bengkulu Dr. Yudi Sastro, S.P, MP yang diwakili oleh Kasie Kerja Sama Pelayanan Pengkajian Dr. Shannora Yuliasari, S.TP., MP, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah Drs. Supawan, dan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Zainal Abidin, SP.

Bimtek dihadiri oleh 9 orang Petugas Pertanian Kecamatan (PPK) dan 50 orang Petani Milenial yang berasal dari 10 Kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah dengan kriteria utama umur 19-39 tahun dan memiliki antusiasme serta aksesibilitas terhadap teknologi yang memadai.

Kasie KSPP BPTP Bengkulu Shannora Yuliasari menyampaikan bahwa salah satu tugas dari BPTP yaitu melaksanakan bimbingan teknis dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

"Keberkahan tersendiri untuk Kabupaten Bengkulu Tengah karena mendapatkan 1 paket kegiatan Bimtek dari Puslitbangtan Kementerian Pertanian," katanya.

Topik utama yang akan disampaikan adalah pengenalan Teknologi Larikan Gogo (Largo) Super untuk optimalisasi lahan perkebunan. Puslitbangtan akan memberikan bahan-bahan untuk mendukung kegiatan Largo Super sebagai percontohan pada lahan seluas 1 hektare.

"Harapannya dari dinas dapat mengarahkan agar bahan-bahan tersebut digunakan oleh petani pada kelompok tani yang telah dipilih sesuai dengan rekomendasi sampai tanaman menghasilkan," ujar Shannora.

Kabid KSPHP Puslitbangtan Agus W. Anggara dalam kata sambutannya juga menyampaikan pesan khusus kepada petani milenial di Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Pesan Pak Kapus, untuk teman-teman milenial; jika menanam padi jangan berpikir subsistem tapi berpikiran menyeluruh. Jika melakukan penanaman padi bukan hanya padi saja yang dihasilkan, akan tetapi pengolahan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan. Multi produk, yang dijual tidak hanya gabahnya tetapi bisa dalam bentuk jerami sebagai pakan ternak, sebagai media tanam jamur, sekam bisa digunakan sebagai alas peternakan ayam, dibuat arang sekam (pembenah tanah), asap pembakaran arang sekam bisa ditampung dan didinginkan sebagai pestisida hayati. Harapanya semua teknologi tersebut dapat diterapkan oleh para petani milenial," jelas Agus.

Selain itu, petani milenial juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, agar nilai ekonomis dan pendapatan yang diperoleh petani dapat lebih tinggi.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya