Tiga Bank Syariah Merger, Ini Kata Pengamat Ekonomi Lampung

Dwi Des Saputra

Dwi Des Saputra

BANDARLAMPUNG

2 Februari 2021 19:06 WIB
Bisnis | Rilis ID
Ikustrasi Dokumentasi Rilislampung.id
Rilis ID
Ikustrasi Dokumentasi Rilislampung.id

RILISID, BANDARLAMPUNG — Pendirian Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi sejarah baru untuk perbankan di Indonesia. Setelah Presiden Joko Widodo meresmikannya pada Senin (1/2/2021), BSI menjadi Bank Syariah plat merah terbesar di Indonesia.

Ketiga bank syariah BUMN yang dimerger tersebut yakni PT BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah telah ditandatangani pada 12 Oktober 2020 dan mulai efektif pada 1 Februari 2021.

Pengamat Ekonomi Lampung Asrian Hendi Cahya menilai, penggabungan ketiga bank tersebut sebagai langkah strategis untuk pengembangan Bank Syariah di Indonesia.

”Penggabungan (merger) ini dapat menjadi lebih besar skala usahanya, dan nantinya BSI dapat membuka cabang di luar negeri,” kata Asrian, Selasa (2/2/2021).

”BSI Dapat melayani pembiayaan sampai skala besar, sehingga pasar lebih luas, konsolodsi aset dan manajemen dapat meningkatkan efisiensi,” lanjutnya.

Langkah merger ini, menurutnya akan mampu meningkatkan daya saing BSI dari perbankan nasional lainnya.

”Ini modal yang bagus untuk meningkatkan daya saing. Dengan demikian usaha untuk meningkatkan pangsa pasar IB terhadap perbankan nasional,” nilainya.

Diketahui, BRIsyariah resmi menjadi entitas penerima penggabungan (surviving entity) dari ketiga bank BUMN tersebut.  Tbk. Bank hasil merger tersebut menjadi bank syariah terbesar nasional dan diharapkan masuk dalam rangki ke-7 terbesar di antara perbankan nasional dan menjadi salah satu pemain top ten global dari sisi kapitalisasi pasar.(*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya