Sempat Terpuruk, Bisnis Hotel dan Restoran di Lampung Meningkat Drastis Dalam 4 Tahun Terakhir
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Bisnis hotel, penginapan dan restoran di Lampung meningkat signifikan dalam kurun empat tahun terakhir.
Petumbuhan signigikan ini merupakan dampak pertumbuhan sektor pariwisata Lampung yang semakin diminati wisatawan, meski sempat terpuruk akibat pandemi covid-19.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, awal tahun 2023 jumlah usaha jasa penginapan/akomodasi di Lampung sebanyak 397 perusahaan yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Seluruh usaha tersebut terbagi dalam 28 usaha hotel berbintang dan 369 usaha hotel non berbintang seperti hotel Melati, home stay dan lainnya.
Sementara di tahun 2018 jumlah usaha akomodasi di Lampung hanya sebanyak 334, tahun 2019 sebanyak 372 hotel, tahun 2020 naik jadi 402 hotel.
Tahun 2021 akibat dampak pandemi covid-19 industri perhotelan di Lampung terpuruk. Jumlahnya turun jadi 363 hotel. Namun di tahun 2022 bangkit lagi dan naik menjadi 379.
Dari data BPS Ini, bisnis akomodasi terbanyak masih berada di Kota Bandarlampung yaitu 152 usaha, disusul Pesisir Barat 53 usaha dan Lampung Selatan 25 usaha.
Daerah yang paling sedikit usaha hotel/penginaan yaitu di Mesuji 5 usaha, Tulangbawang Barat 8 usaha, dan Lampung Utara 10 usaha.
Sementara jumlah kamar hotel/penginapan yang ada di Lampung secara keseluruhan mencapai 9.573 kamar dengan total 14.289 tempat tidur.
Kepala BPS Lampung Atas Parlindungan Lubis mengatakan hotel berbintang di Lampung masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan hotel non bintang.
hotel di Lampung
hotel murah Lampung
restoran Lampung
pariwisata
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
