Sekolah Binaan Bank Lampung Juara Nasional Simpel Vlog Competition
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sekolah Tunas Mekar Indonesia (STMI) yang merupakan sekolah binaan Bank Lampung menyabet trofi Simpel Vlog Competition yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Vlog berjudul Simpel For Future membawa sekolah binaan Bank Lampung Cabang Pembantu (Capem) Antasari itu mengungguli pesaing beratnya SMAN 5 Bandung yang juga sekolah binaan Bank BJB dan sekolah binaan Bank Permata yaitu SMKN 27 Jakarta.
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada puncak acara Simpel (Simpanan Pelajar) Day 2019 yang diselengarakan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada 2 Mei.
Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni menyerahkan hadiah kepada STMI di Kantor OJK Provinsi Lampung, Jumat (10/5/2019).
Tampak hadir Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Lampung Aprianus Jhon Krisnat, Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin Hasboena, Kepala Dana dan Jasa Bank Lampung Harry Budiarjo, Pimpinan Bank Lampung Capem Antasari Achmad Arifin, Kepala SMP TMI Andreas Yogi dan siswa TMI.
Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan kegiatan Simpel Day dilaksanakan serentak bersamaan dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional sekaligus mendukung upaya penanaman budaya menabung sejak dini serta menyambut pencanangan Hari Indonesia Menabung OJK dan industri perbankan.
Salah satu kegiatannya adalah kompetisi vlog nasional bagi seluruh siswa tingkat SMP dan SMA dengan tema mengangkat tema “Aku Pelajar Aku Generasi Simpel”.
Dalam perlombaan tersebut, seluruh bank diminta untuk menginformasikan dan mengikutsertakan sekolah binaan mereka.
“Alhamdulillah, sekolah binaan Bank Lampung berhasil meraih juara I dan mendapatkan hadiah uang tunai Rp3 juta," kata Indra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/5/2019).
Sementara Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni mengaku bangga dengan prestasi yang diraih STMI. Apalagi para pesaing yang dihadapi cukup berat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
