Pertumbuhan Ekonomi Lampung 2020 Minus 1,67 Persen, Terendah Ketiga di Sumatera
Segan Simanjuntak
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik regional bruto (PDRB) Lampung sepanjang tahun 2020 minus 1,67 persen.
Realisasi ini anjlok dibandingkan triwulan I-IV tahun 2019 lalu yang tumbuh 5,21 persen. Lampung pun menempati peringkat ke-8 di Sumatera.
Kondisi ini disebabkan adanya pembatasan mobilitas atau pergerakan masyarakat akibat pandemi Covid-19. Seperti restoran, kafe, bioskop, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya.
"Pertumbuhan ekonomi Lampung pada tahun 2020 minus 1,67 persen. Ini masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -2,07 persen," kata Kepala BPS Lampung Faizal Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/2/2021).
Kendati minus, Faizal optimistis pertumbuhan ekonomi Lampung masih bergerak ke arah yang positif dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kontribusi PDRB Lampung sebesar 74,86 persen berasal dari sektor pertanian, industri, perdagangan, konstruksi dan pertambangan," urainya.
Pada kesempatan tersebut, Faizal juga merilis indeks harga konsumen (IHK) Lampung sebesar 107,17 di Januari 2021 atau inflasi 0,76 persen. Angka ini naik dibanding dengan IHK Desember 2020 sebesar 106,36.
"Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) Januari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,76 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) Januari 2021 terhadap Januari 2020 adalah sebesar 1,87 persen," jelasnya.
Menurut Faizal, pada Desember 2020, kelompok pengeluaran seluruhnya mengalami inflasi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
