PEPI untuk Cetak Tenaga Terampil Bidang Mekanisasi Pertanian

Elvi R

Elvi R

Serpong

5 Oktober 2019 14:52 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Serpong — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan kampus Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) suatu lembaga pendidikan vokasi yg berbasis keteknikan pertanian yang berlokasi di Tangerang, Banten. Peletakan batu pertama ini menandai proses pembangunan PEPI seluas empat hektar sebagai kampus politeknik enjiniring pertanian pertama dan satu-satunya di Indonesia. 

“Saat ini perubahan-perubahan dunia yang begitu sangat cepatnya ini perlu kita antisipasi, dengan adanya pendirian Kampus PEPI berbasis keteknikan pertanian ini menjadi solusi untuk menggairahkan generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian dengan mekanisasi yang modern,” ujar Menteri Amran. 

Melalui pembangunan Kampus PEPI diharapkan dapat mencetak tenaga terampil yang berkompeten di bidang mekanisasi pertanian yang berkelas internasional. Lebih lanjut dikatakan bahwa pendirian Kampus PEPI sejalan dengan komitmen dalam menciptakan teknologi dan inovasi pertanian.

Hal tersebut untuk melakukan transformasi pertanian tradisional menjadi modern dan membangun sumberdaya manusia pertanian yang unggul. Melalui pembangunan Kampus PEPI diharapkan dapat mencetak tenaga terampil yang berkompeten di bidang mekanisasi pertanian yang berkelas internasional.

"Hari ini peningkatan pertanian kita di sektor teknologi, dulu 2013 kekuatanya hanya 0,04 hours power perhektar. Tapi di tahun ini meningkat tajam 2.000 persen yakni 2,15. Kenaikan ini dahsyat setara dengan Thailand dan Vietnam dan sebentar lagi kita kejar negara-negara maju seperti Jepang, Brazil, dan negara lainnya,” kata Mentan. 

Selain meningkatkan penciptaan teknologi, Amran menekankan pendirian Kampus PEPI juga untuk menarik generasi muda untuk semakin meminati atau terjun di sektor pertanian. Selama empat tahun terakhir, peminat generasi muda ke sektor pertanian naik 1.700 persen. 

"Dulu yang kita butuhkan hanya 1.000 orang, yang mendaftar hanya 900 orang. Tapi hari ini yang mendaftar 17 ribu pelamar. Ini juga berdampak pada fakultas pertanian di seluruh Indonesia. Dengan melakukan gerakan masif pada mekanisasi pertanian, minat generasi muda ke perguruan tinggi naik 64 persen," ucap dia. 

Amran menegaskan mimpi besar ke depannya dengan adanya Kampus PEPI adalah seluruh alat mesin pertanian modern diproduksi sendiri oleh mahasiswa. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi menjadi operator alat mesin pertanian seperti traktor, combine harvester dan lainnya. 

"Tapi kami ingin seluruh alat mesin pertanian diproduksi di PEPI ini. Itu mimpi besar dan kita bisa wujudkan. Sekarang traktor sudah kita buat sendiri, lokal konten sudah 100, dan tinggal nanti produksi engine di Kampus PEPI ini, yang produksi semuanya itu adalah mahasiswa," tegasnya. 

Tahun 2019 merupakan tahun pembangunan sumberdaya manusia. Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan penumbuhan generasi muda milenial di bidang pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya