Lahan Rawa Jadi Lumbung Pangan Masa Depan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 Juni 2018 20:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

"Penerapan tata air sistem aliran satu arah, selain dapat memperlancar pencucian unsur beracun juga memungkinkan dikembangkannya beragam pola tanam asalkan disertai oleh sistem pengelolaan air di tingkat tersier yang sesuai tipe luapan dan sistem pengelolaan air mikro di tingkat petakan lahan," ungkap Hendri. 

Hingga saat ini, Badan Litbang Pertanian telah melepas 25 varietas padi rawa yang disebut Inpara (inbrida padi rawa).

Menurut peneliti Balittra, Koesrini, varietas ini adaptif ditanam di lahan rawa pasang surut potensial, sulfat masam dan gambut/bergambut dengan potensi hasil tinggi.

"Selain itu, Inpara juga adaptif terhadap kemasaman dan kandungan besi tinggi, ketahanannya terhadap penyakit tungro dan blas baik, rasa nasi pera sesuai petani lokal dan memiliki indeks glikemik rendah," kata Koesrini.

Inovasi teknologi pengelolaan lahan rawa lainnya yang sangat penting adalah sistem surjan.

Peneliti Balittr, Yantirina mengatakan, sistem surjan terbukti adaftif terhadap perubahan iklim dan signifikan meningkatkan pendapatan petani.

"Petani surjan di Batola yang memadukan tanaman jeruk siam di lahan kering) dan padi Inpara di lahan sawah dan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 97 juta dalam setahun, masing-masing Rp50 juta dari jeruk dan Rp47 juta dari padi," tambahnya.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya