Komut PTPN VII: Bangun Harmoni dengan Masyarakat
lampung@rilis.id
Lampung Tengah
RILISID, Lampung Tengah
— Relasi yang konstruktif PTPN VII dengan masyarakat menjadi satu masalah yang harus mendapat perhatian khusus. Hal ini karena aset perusahaan berupa kebun berada di tengah masyarakat dan bersifat terbuka.
Masalah ini menjadi salah satu bahasan dalam kunjungan Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat ke PTPN VII Unit Padangratu, Lampung Tengah, Senin (6/12/21).
Ia mendapati data produksi yang diduga dicuri oleh masyarakati sehingga ada kerugian yang cukup besar.
"Adanya kehilangan produksi akibat pencurian penyebabnya karena relasi kita dengan masyarakat yang belum baik. Masalah ini harus kita antisipasi dengan memperbaiki hubungan supaya bisa saling menjaga," kata Nurhidayat.
Didampingi beberapa anggota Komite Audit, Nurhidayat disambut SEVP Operation I PTPN VII Budi Susilo, Kabag Tanaman Wiyoso, Kabag SPI Ary Askari, Manajer Padang Ratu Ilfendri, dan beberapa staf. Data produksi yang timpang tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan peninjauan lapangan, baik pada afdeling yang aman maupun afdeling yang rawan.
Tentang produktivitas Afdeling I yang jeblok karena terganggu karena pencurian, Isa, asisten tanaman Afdeling I mengaku gangguan itu tak kunjung menemukan formula terbaik untuk menanggulangi. Menurut asisten yang baru setahun bertugas di Unit Padangratu ini, dia bersama tim harus melakukan tindakan tegas terukur bersama anggota BKO dari TNI, Polri, maupun keamanan internal.
“Terus terang, awal saya tugas di sini hampir angkat tangan, Pak. Tetapi, dengan dukungan Pak Manajer, teman-teman, dan BKO, saya bisa memaksimalkan produksi. Walaupun masih cukup jauh dari potensi yang ada,” kata mantan Asisten di Unit Sungainiru ini.
Catatan pencurian Unit Padangratu, dalam setahun terakhir terjadi 255 kali pencurian TBS dengan jumlah kehilangan 181,78 ton TBS selama 2021. Ilfendri juga mengusulkan untuk menambah tenaga BKO dari Polri untuk membantu pengamanan aset produksi.
Menanggapi itu, Nurhidayat bersama SEVP Operation I Budi Susilo memberi beberapa masukan. Salah satunya, kemungkinan untuk mendirikan kantor Afdeling yang ditandem dengan Pos Keamanan di lokasi yang dinilai sangat rawan.
Namun demikian, Nurhidayat mengatakan masalah pencurian di seluruh PTPN VII harus diselesaikan secara sistematis dan humanis. Ia mengatakan, aset PTPN VII berupa kebun yang merupakan sumber utama pendapatan perusahaan yang berada di tengah masyarakat harus diciptakan hubungan yang harmonis.
Komut PTPN VII
Harmoni
Masyarakat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
