Kembangkan Wisata Eksotik, Lembata Siapkan Dana Rp15 Miliar
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengembangkan diri sebagai destinasi wisata eksotik kelas dunia. Untuk itu, kata Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, pihaknya telah menyiapkan dana Rp15 miliar untuk biaya pembangunan dan promosi pariwisata tersebut.
"Kegiatan promosi di antaranya dengan menggelar event Festival 3 Gunung Lembata, sebagai sarana untuk mempromosikan Calender of Event Lembata," kata Eliaser melalui siaran persnya, Selasa (8/5/2018) malam.
Selain itu, imbuh Eliaser, pihaknya juga mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pariwisata melalui DAK sebesar Rp1,5 miliar. Pihaknya, lanjut dia, akan mengandalkan wisata budaya, alam, dan buatan manusia dengan membangun kolam apung di Pulau Siput.
"Sektor pariwisata kami tempatkan sebagai sektor unggulan untuk menyejahterakan masyarakat. Kami ingin mengembangkan pariwisata Lembata sebagai destinasi eksotik dengan mengandalkan pada potensi budaya, alam, dan buatan," ujarnya.
Kunjungan wisatawan ke Lembata tahun lalu sebanyak 10.000 terdiri atas 8.700 wisatawan nusantara (wisnus) dan 1.300 wisatawan mancanegara (wisman).
"Tahun ini kita proyeksikan menjadi 15.000 wisatawan, di mana kunjungan wisman diharapkan naik signifikan," lanjutnya.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengatakan, Kemenpar memberi apresiasi kepada Pemkab Lembata yang menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan. Kabupaten Lembata menurutnya, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi yang eksotik kelas dunia.
"Karena Lembata memiliki daya tarik budaya, alam, dan buatan yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain," sebutnya.
Kemenpar sendiri memberi dukungan penyelenggaraan Festival 3 Gunung (F3G) 2018 di Lembata yang akan berlangsung pada 22-29 September 2018 di kabupaten tersebut. Ketiga gunung itu masing-masing memiliki keunikan.
Keunikan gunung Ile Batutara, yaitu mengalami letusan setiap 20 menit sekali dan dapat disaksikan dalam jarak dekat sekitar 50 meter. Pada 2017 lalu, gunung itu masuk nominasi sebagai destinasi wisata gunung api terpopuler nomor dua di Indonesia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
