Inovasi Bupati Dendi untuk Tanggulangi Kemiskinan dan Pengembangan SDM Talent Digital
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Disebutkan bahwa Bupati Dendi telah mengarahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih inovatif sesuai dengan arahan pemerintah pusat yang memperlombakan inovasi pemerintah daerah setiap tahunnya.
"Pak Bupati menciptakan idiom, Berkah Benar Berkat Bapa Siji itu merupakan singkatan, Berkah itu Beras Sedekah memang program Berkah Benar Berkat Bapa Siji ini fokus ke beras," ujarnya.
"Alhamdulillah hasil audit, Baznas Pesawaran mendapat penghargaan yang terbaik dari Provinsi Lampung, dan juga pengumpulan dana amal zakat terbanyak se-Lampung. Nah atas dasar itu, Pak Bupati berpikir untuk lebih mengarahkan agar lebih tepat sasaran, dalam rangka muaranya ini adalah penanggulangan kemiskinan, karena memang fokus beliau untuk penanggulangan kemiskinan salah satu inovasinya," sambungnya.
Program ini sasarannya adalah kaum dhuafa yang langsung diberikan beras setiap bulannya. Namun, program Benar (Benah Rumah) tidak semuanya yang diperbaiki. Kemudian ada juga Berkat (Benah Rumah Layak Huni).
"Jadi memang lebih fokus untuk memperbaiki keseluruhan rumah, tapi ini memang lebih difokuskan untuk penduduk yang terkena bencana. Setiap tahun penduduknya berubah karena terkait yang terkena bencana kan ya, tapi rata rata hampir di atas 100," paparnya.
Program di atas masih terus berjalan dan di mana ada kejadian bencana, Pemkab dan Baznas turun untuk membantu.
"Walaupun APBD juga ada, bedah rumah dan perbaikan rumah itu kan di dinas juga ada di Dinas Perkim kan ada tapi diperkuat lagi dengan Baznas, yang bantuan sosial kan juga ada di Dinas Sosial. Kita tuh lebih memaksimalkan agar penanggulangan kemiskinan itu penurunannya lebih cepat, kemudian yang terakhir tadi yang di awal juga program dari Baznas juga yang kolaborasi dengan Bapa Siji," ujarnya.
Menurut Adhitya, program ini tentunya memiliki multiplayer efek yang cukup dirasakan oleh masyarakat.
"Karena memang langsung, jadi kita melibatkan ibu-ibu PKK di desa, ini programnya masif di seluruh kecamatan, jadi ibu-ibu PKK kita berdayakan untuk mereka masak. Tentunya Baznas memberikan uang untuk diberikan ibu-ibu biar ada nilai tambah di ibu-ibu PKK, mereka yang memasak dan membagikan kepada sasarannya adalah kaum kaum dhuafa dan lansia," tukasnya.
Adhitya menjelaskan program ini muncul dari dampak pandemi Covid-19. Saat itu, kata dia, Bupati Dendi mendengar banyak masyarakat tidak bisa keluar rumah lantaran wabah virus corona.
Inovasi Bupati Dendi untuk Tanggulangi Kemiskinan dan Pengembangan SDM Talent Digital
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
