Inflasi di Kota Besar Lampung Naik 2,27 Persen, Ini 3 Pengeluaran Paling Terdampak
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat kenaikan inflasi pada bulan September 2023 di dua kota besar di Lampung yaitu Bandarlampung dan Metro.
Inflasi years on years (yoy) untuk gabungan dua kota ini sebesar 2,27 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (rokok) sebesar 4,78 persen.
Kepala BPS Lampung, Atas Parlindungan Lubis mengatakan Inflasi di Kota Bandarlampung sebesar 2,27 persen, dengan IHK sebesar 117,08. Sementara inflasi di Kota Metro sebesar 2,27 persen dengan IHK sebesar 117,14.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang berdampak pada pengeluaran di berbagai kelompok. Yang terbesar kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,78 persen,” jelas Atas Parlindungan Lubis, Senin (2/10/2023).
Kemudian kelompok pendidikan 3,68 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 1,77 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga 0,95 persen dan kelompok peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,70 persen.
Sementara kelompok kesehatan 1,10 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,32 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,06 persen.
“Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 2,09 persen dan kelompok transportasi 0,33 persen,” kata Atas Parlindungan.
Ada juga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,31 persen.
“Dari komoditas utama penyumbang inflasi antara lain beras, rokok kretek filter, angkutan dalam kota, bawang putih, dan rokok putih,” ujarnya.
Untuk perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2023 di dua kota ini secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
BPS Lampung
Atas Parlindungan
inflasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
