Gawat! Melemah Lagi 30 Poin, Rupiah Bertengger di Rp14.073
Elvi R
Jakarta
PDB Indonesia tumbuh 5,06 persen Year on Year (YoY), di bawah proyeksi 5,20 persen karena penurunan ekspor dan pengeluaran konsumsi publik. Walaupun konsumsi konsumen yang lambat adalah faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, hal ini mungkin berubah pada kuartal kedua 2018.
"Optimisme terhadap ekonomi Indonesia dan prospek pertumbuhan dapat membaik jika konsumsi meningkat menjelang bulan Ramadan," ungkapnya melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1.60 persen dan ditutup di 5885.098 walau PDB mengecewakan. Sehubungan dengan prospek forex, Rupiah melemah terhadap Dolar dan harga bergerak mencapai Rp14 ribu pada saat laporan ini dituliskan. Pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat mempersulit Bank Indonesia untuk meningkatkan suku bunga. Walau demikian, posisi Rupiah yang mengkhawatirkan dapat menjadi alasan bagi BI untuk bertindak demi melindungi mata uang Indonesia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
