GRA untuk Integrasikan Adaptasi Iklim pada Praktek Pertanian

Elvi R

Elvi R

Bali

6 Oktober 2019 21:09 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

Sebagai informasi, Global Research Alliance on Agricultural Greenhouse Gases (GRA) diluncurkan Desember 2009 dan saat ini mempunyai anggota 56 negara. Aliansi ini membawa negara-negara anggotanya untuk mencari dan mempraktekan cara untuk mengembangkan pertanian guna memperoleh pangan berlimpah tanpa harus meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Kegiatan Aliansi ini dilaksanakan melalui empat grup riset, yaitu Paddy Rice, Livestock, Cropland, dan Integrative. Setiap grup riset melaksanakan pertemuan rutin guna mengevaluasi kemajuan kegiatan yang sedang dilaksanakan dan juga membahas isu-isu terkini.  Kegiatan setiap grup riset telah disetujui oleh para peserta rapat aliansi. Rapat aliansi telah dilaksanakan delapan kali, dan kali kesembilan akan dilaksanakan di Indonesia, dimana 2019 ini Indonesia bertindak sebagai Ketua Konsil GRA.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus mendorong dan mengembangkan sistem pertanian yang ramah iklim dan ramah lingkungan, selain itu Pemerintah terus bermitra dengan negara lain dan beberapa lembaga internasional agar sistem pertanian ramah iklim dapat dimodifikasi dan diterapkan di Indonesia.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain guna mengembangkan kerja sama kemitraan dengan peneliti dari lembaga internasional, dan delegasi antarnegara anggota GRA. Council meeting GRA diadakan setiap tahun dan dihadiri oleh 56 negara anggota GRA. 

Pertemuan kesembilan kali ini mengambil tema ‘Decision support tools’ yang fokus kepada sains dan training pada GRA’s Research Groups.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya