Bulog Diminta Segera Laporkan Dugaan Penyimpangan Penyaluran Beras BPNT
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mantan Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, meminta Bulog melaporkan dugaan penyimpangan atau kampanye negatif yang dilakukan oknum penyalur beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Menurut Sutarto, lebih baik dugaan itu segera dibawa ke ranah hukum ketimbang menjadi polemik di publik.
"Kalau ada yang bermain-main, diproses hukum saja sehingga tidak jadi polemik," kata Sutarto dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Sutarto mengatakan, pelaporan kepada penegak hukum bisa menyelesaikan masalah penyimpangan atau kampanye negatif yang menyebutkan beras Bulog berkualitas buruk sehingga menghambat penyaluran BPNT.
"Kalau ada masalah tinggal dibuktikan yang mana," ujarnya.
Terkait penyaluran BPNT ini, ia mengusulkan penyaluran beras bisa dilakukan lebih cepat sejak awal Januari, agar hasil menjadi lebih optimal dan tidak ada beras menumpuk di gudang.
"Coba kalau sudah dimulai sejak Januari lalu, artinya sebagian besar berasnya sudah keluar kemudian bisa membeli beras yang baru," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi Indef, Rusli Abdullah, mengharapkan adanya sistem penyaluran yang lebih efekfif salah satunya dengan membagi wilayah atau regional distribusi beras BPNT.
Misalnya, tambah dia, Bulog memegang penuh distribusi di bagian Pulau Jawa atau Sumatera, sedangkan pemasok lain di pulau lain.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya upaya agar beras tidak terlalu lama menumpuk di gudang agar kualitas beras BPNT medium ke atas tetap terjaga.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
