Angkringan Ateng Jadi Alternatif Tempat Kongkow Anak Muda
Dora Afrohah
RILISID, — Tidak melulu kongkow di cafe yang kekininian, nongkrong di angkringan tampaknya sedang menjadi sebuah tren baru dikalangan millenial. Kedai makanan ala Jogja itupun mulai menjamur di Lampung.
Seperti salah satunya terlihat di Angkringan Tengah Bdl atau Angkringan Ateng yang terletak di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung. Hampir setiap malam ramai pemuda pemudi berkumpul disana, apalagi saat akhir pekan.
Menurut pemilik Angkringan Ateng, Dita Aulia, ia memiliki ide membuat usaha angkringan dengan adik-adiknya, karena memang hobi jajan dan kongkow sekaligus melihat peluang yang ada.
“Saya melihat adik-adik saya kuliahnya dirumah saja dan bekerja pun terbatas waktu. Jadi saya ingin buat kegiatan, kebetulan keluarga suka jajan dan nongkrong jadi kita coba bikin ini sekaligus cari peluang,” ungkapnya saat ditemui Rilislampung.id pada Jumat (19/2/2021) malam.
Dita pun membuka usaha angkringannya sejak September 2020. Pandemi menurutnya bukan menjadi penghalang untuk membuka usaha.
“Saya sempat survei ke Jogja untuk cari tahu apa yang membuat menarik disana, dan dicoba diterapkan disini,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari sate-satean pada umunya, nasi goreng bakar, nasi bakar, wedang jahe hingga taichan dan bumbu yang dibuat merupakan rempah-rempah olahan tangannya sendiri.
“Menu yang paling hits disini ada sate kulit, sayap, leher dan juga taichan dengan sambal dan bumbu kacang. Minuman disini pun beragam, mulai dari wedang jahe, wedang uwuh hingga kopi jos,” jelasnya.
Selain menyediakan menu khas angkringan Jogja, Dita juga membuat ciri khas unik dengan membuat seragam.
“Kalau sehari-hari pakai apron yang ada logo Angkringan Ateng, tapi setiap malam Minggu kami pakai lurik jawa,” Dita mengungkapkan strategi marketingnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
